Jumat, 30 November 2012

Menghindari KONFLIK = Memendam PERASAAN?…SALAH

Pernah kah Anda berada dalam situasi, ketika seseorang mengatakan sesuatu yang membuat Anda marah atau sangat terganggu? Tetapi Anda berpikir, bahwa meladeni orang tersebut tidaklah perlu, dan Anda diam saja sambil menarik nafas panjang saja serta secara tidak sadar juga menggeretakkan gigi Anda. Itu namanya Anda sedang MEMENDAM PERASAAN. Yaa, Anda berusaha memendam perasaan Anda sebenarnya, meskipun itu membuat dada, ulu hati dan lambung Anda terasa sesak…mau pecah saja layaknya…hehehe…



Kebanyakan orang menganggap sikap Anda itu merupakan cara terbaik untuk menghindari terjadinya konflik…agar semuanya baik-baik saja, menjaga situasi aman terkendali… hahaha, kok seperti mau lebaran aja ya. Menurut Anda, apakah menyimpan rasa marah, dongkol itu bisa menyelesaikan masalah Anda, konflik Anda? Tentu saja TIDAK. Mungkin itu hanya terkesan penyelesaian SEMU saja, karena tidak terjadi konflik pada saat itu.



Nah, apa yang akan terjadi pada Anda, jika suatu saat situasi semacam ini terus berkembang? Saya yakin, bahwa suatu saat perasaan sebenarnya akan mencuat keluar, jika Anda tidak merespons dan tetap terus memendam perasaan itu di dalam pikiran dan hati Anda. Dan, akibatnya bisa diduga, perasaan-perasaan itu akan muncul dalam kehidupan Anda berupa ketegangan, kekhawatiran, stres, sakit perut, pusing, sulit tidur, diare, nyeri punggung, sering kencing, makan berlebihan atau sebaliknya malas makan, bahkan bisa sampai menyebabkan depresi kejiwaan…atau hanya sekedar muncul bisulan atau jerawatan…hwekekekek… Yang jelas, jika Anda tetap memendam perasaan berkecamuk di dalam diri Anda sendiri, maka pasti akan muncul aneka gangguan fisik pada diri Anda.



Sebenarnya, Anda bisa saja menghentikan kebiasaan memendam perasaan semacam itu. Caranya adalah Anda harus berusaha merespons perasaan Anda itu. Maksudnya, Anda harus mau mengekspresikan apa yang Anda rasakan, kapan pun situasi itu terjadi. Ini tidak berarti bahwa Anda harus mengungkapkan dengan cara yang agresif dan terang-terangan; melainkan Anda bisa menyampaikannya dengan kata-kata langsung dan jelas dengan bijak, sehingga apa yang sebenarnya Anda rasakan bisa terungkap.



Sangat penting bagi Anda untuk bisa mengungkapkan semua perasaan yang telah Anda pendam. Mungkin ini bagi sebagian orang masih merupakan hal yang dianggap TABU dan terkesan konfrontatif. Inilah kehidupan saat ini. Anda akan mengetahui betapa sebenarnya mudah saja dalam menjalani kehidupan, jika Anda sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan Anda. Anda jelas menjadi lebih sehat dan semangat karena Anda berhasil merespons perasaan Anda sendiri dengan sangat jujur…dan tidak tetap memendamnya.



Berkaitan dengan itu, maka semestinya Anda memberikan isyarat yang jelas dan langsung agar orang lain mengetahui bagaimana Anda ingin diperlakukan. Anda harus menentukan batasan-batasan yang jelas dalam hidup Anda, sehingga Anda memiliki pertahanan diri untuk mencegah orang lain mencampuri kehidupan pribadi Anda. Jika Anda tidak membuat batasan-batasan, maka nantinya Anda akan bingung sendiri bagaimana mengatur waktu dan berbagai aspek kehidupan Anda lainnya…termasuk Anda akan sulit mengatur keuangan Anda.



Anda perlu menyadari bahwa identitas diri Anda dibangun berdasarkan pilihan-pilihan Anda sendiri dengan menetapkan batasan-batasan Anda dengan lingkungan di luar Anda. Batasan yang telah Anda tentukan ini adalah titik wilayah orang lain berakhir dan wilayah kekuasaan Anda dimulai. Jadi batasan-batasan ini merupakan garis wilayah pribadi yang memisahkan diri kita dengan orang lain.



Jika orang tidak memiliki garis batas wilayah pribadinya, maka orang ini akan tidak bisa mengatakan TIDAK dalam segala hal. Akibatnya, orang lain akan bisa memanfaatkan dia selama 24 sehari dalam kondisi apa pun! Mungkin saja batin orang semacam ini menderita, tetapi mereka ini tetap tidak bisa berkata TIDAK, jika diminta untuk melakukan sesuatu.



Mereka yang tidak menentukan batasan wilayah pribadinya ini sering merasa benci kepada dirinya sendiri, karena menerima permintaaan orang lain, padahal mereka tidak memiliki waktu lagi. Mereka ini juga sering merasa bersalah, dan malu karena bersedia melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak bisa mereka tangani.



Oleh sebab itu, hal pertama yang harus Anda lakukan jika ingin menentukan batasan wilayah pribadi Anda adalah dengan menghentikan kebiasaan menerima terlalu banyak tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas-tugas, kewajiban, dan kebutuhan orang lain…karena memang setiap orang selalu mempunyai kebutuhan!



Jika ada orang meminta Anda untuk melakukan sesuatu, periksalah lebih dulu tingkat kesediaan Anda. Kalau Anda merasa tidak nyaman dan enggan melakukannya, maka katakan saja, “Terima kasih atas kepercayaannya, tetapi mohon maaf saya tidak bisa mendukungnya, saya sedang ada hal lainnya yang harus saya lakukan segera.” Saya pikir dengan cara ini, orang lain akan memahami kebutuhan Anda, dan ini sebuah cara yang sopan menolak dengan halus, daripada Anda hanya berkata, “Tidak!” Setelah berkata menolak dengan sopan tadi, diamlah dengan tetap tersenyum. Jangan memberikan penjelasan lainnya. Kemudian lihatlah, orang yang minta bantuan Anda akan terlihat memaklumi keadaan Anda, dan bisa menerima keputusan Anda dengan baik.



Begitu pula sebaliknya. Kita juga harus mau dan sanggup mengatakan YA, pada situasi yang memungkinkan kita memberi kesempatan kepada orang lain untuk membantu kita. Coba amati sekitar Anda. Anda akan melihat contohnya, yaitu ada sebagian orang yang selalu bersedia membantu orang lain bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun.



Tetapi giliran mereka membutuhkan pertolongan, eeh… mereka lebih memilih diam saja dengan beban pikiran penderitaannya, alias lebih suka menderita sendirian daripada meminta orang lain agar membantunya. Jika ditanya, “Adakah masalah?” Selalu dijawab, “Ah nggak kok, kami baik-baik saja.” Padahal saat itu kondisinya sudah kritis sekali. Saya juga tidak tahu alasannya tidak minta bantuan orang lain. Apakah itu alasan gengsi, takut ditolak, atau khawatir menyusahkan orang lainnya?



Apa pun alasannya, maka mereka ini termasuk orang yang tidak bisa berkata YA. Jika Anda berada dalam posisi yang sebenarnya harus dibantu orang lain, tetapi karena alasan tertentu Anda tidak mau meminta pertolongan. Dan Anda lebih senang menangani permasalahan Anda dengan mengerjakannya sendiri saja; serta tidak mengizinkan orang lain membantu Anda, maka itu sebenarnya Anda telah MERAMPAS kesempatan dan kepuasan orang lain untuk terlibat dalam kegiatan membantu Anda.

xini dia niech ponaan qu yang lucu, cantik , imut , kyuutt , bandel .. :) semua nya deh pokoknya wuahahah.....
ini dia yang pertama
nama nya : CHALISA ZARIFA
anak nya pinterrr ,, tapi ni yaaaaa.....
supeerrrrrrrr....superrrrrrrrrrrrr... nakal nya lah,. suka gangguin orang, suka gangguin adik nya juga haduughh.. ributt lah kalo ama diaaa... ,, dia paling suka tuh ama lagu nya ayu ting..ting
(apa sich lagunya, sampek lupa ya gue :p ) ckckc... padahal tiap hari dinyanyyiin.. :) (gak kok :) )
dia ini loh cerewet minta ampun :( ,, apa mau nya harus diturutii ,, hmmm unyu-unyu :p
wuahahahaha....  tau ngak ternyata si chalis ini penakut loh (sama e :p).... hmmm ada enak nya juga sih kalo gitu..
coz kalo ada sesuatu tu.. ecek-ecek nya makanan lah kita bilg wkwkwk kalo gak dikasih tu ditakutin biar dikasih wkwkwk (mantap)... sekarang dia uda sekolah TK.... udah 0 besar lohh.....,, hmm gak lama lg chalis uda gede' .... jangan bandel-bandel lagi ya chalis... (^-^) ntar dibeliin hadiah loh buat chalis... ( ngak janji yeee) :).....................................................
























nnaaahhh ini adiknya chalis ( alias ponaan gue yang ke-2 ) :)
nama nya : ZHAKIATUL ALYA
biasanya dipanggil alya....
wuiihhh yang satu ini hmm cantikk pisan euikk,, baik,, anak nya kalem, pemalu..
jauh beda loh ama kakak nya.....,, hmm tapi ini pemberani uik,, kalah sama kakak nya...
masak tuh kalo kalo kakak nya gak brani
(yokk alya kawanin) :) yang ngawin adik nya bukan kakak nya.. huuhu ,, anak nya pendiem ,,rajin,, apa yang disuruh slalu dikerjain...,, rajin blajar(walaupun coret-coret dinding :) )wkwkwkwk
, rajin sholat  lagi.... ,, wuiih tapi yang satu ini nih kalo lagi marah tuhh... gak ngomong2
wuahahahah ngambekkkk..... tapi akhirnya baek sendiri :) maklum masih anak kecik wkwkwkwk
kangeenndd deh ama ayaa..... jangan bandel-bandel kayak kak chalis ya huhu  (^_^)


naaahh........
ini adek nya alya (ponaan gue yang ke-3 coy) :)
nama nya : Hafla Arfadia
ihhh imutttt bangetss.....
pengenn nyubitinn tiap harii....
(emang sering nangis pasti gara-gara gue sich ;p)
#ngaku ^_^ piss


cieeee... horee afla uda bisa jalann.....
cepet gedek truss ya afla..
jangn cengeng-cengeng yaaa......
(ntar dicubit :p)
(^_^)
huhuhuuhuhhuhuh

KESOMBONGAN KITA

Kumpulan Cerita Inspiratif Dan Motivasi
Di tengah-tengah sebuah training yang saya ikuti, sang trainer memberikan arahannya.
"Letakkan kedua tangan kalian di dada kalian masing-masing!" seorang trainer memulai instruksinya.
"Letakkan, trus, dan rapat hingga kalian merasakan detak jantung kalian masing-masing!" lanjut beliau.
Aku pun menuruti kata-katanya, kuletakkan kedua tanganku perlahan ke atas dadaku.
Kucari-cari sebentar, dan akhirnya terasalah detak jantungku.
Aku pun menunggu instruksi selanjutnya.

"Letakkan dan rasakan detak jantung Anda..!!" begitu instruksi beliau, "Jika sudah terasa, sekarang katakan kepada jantung Anda, Berhenti..!!"

Aku pun agak bingung dengan instruksi tersebut namun tak urung kulakukan juga.
"Katakan, dan perintahkan kepada jantung Anda untuk berhenti!, katakan pada ia untuk berhenti!!"
"Tidak mungkin!!' teriakku dalam hati, "Tidak mungkin bisa!!"
entah, apakah trainer tersebut mendengar apa yang kami rasakan, ia pun melanjutkan kata-katanya..
"Lihatlah.. rasakanlah..!! bahkan jantung kita pun bukan milik kita...!!",
Seketika itu pula, Degg, diri ini kontan tersadar apa maksud dari semua ini.
Ya Rabb,begitu sering diri ini lupa, bahkan jantung, apa yang ada di dalam diri kita ini sekalipun.. bukan milik kita.

Ah, padahal begitu sering kita merasa bahwa kita ada diatas segala-galanya.
Seringkali manusia memandang orang lain lebih rendah, lebih buruk, lebih jelek, ataupun pandangan-pandangan yang semacamnya.
Sering kali pula manusia merasa sangat berkuasa, seolah-olah hidup dan mati orang lain berada di tangannya, tanpa sadar bahwa hidupnya sendiri sekalipun, atau bahkan tubuh nya sendiri pun, bukanlah miliknya...

Seorang teman bercerita tentang dirinya.
Ia seorang mahasiswa di Ilmu komputer.
Pernah suatu ketika, ia sedang menyelesaikan sebuah tugas program yang dirasa cukup sulit.
Saking sulitnya seolah-olah tak banyak dari teman sekelasnya yang bisa mengerjakan.
Ketika ia benar-benar selesai mengerjakan program tersebut, entah karena gembira atau apa, ia pun langsung ber pekik, "Saya Pintar..!!"

Kontan teman disebelahnya langsung menepuk teman ini dengan keras. `Pak!!'
Teman yang memukul ini pun berkata, "Kamu jangan sombong, apa yang kamu miliki ini tidak ada apa-apanya..!, ini semata-mata dari Allah SWT"
Kontan teman yang satu ini pun terdiam, ia beristighfar...

Teman, akankah kita menunggu sebuah pukulan keras dari sang Pencipta untuk menyadarkan kita?
Sungguh, sekali-kali kita tidak akan dibiarkan dengan kesombongan kita..
Titanic, kapal terbesar di era awal abad ke 20. mampu mengangkut 3000 penumpang dari Inggris ke Amerika Serikat.

Memiliki teknologi tercanggih saat itu.
Sebuah contoh kesombongan ummat manusia dari perkataan pemiliknya,
"Jangankan tujuh samudera, bahkan Tuhan pun tidak akan mampu menenggelamkan kapal ini!"
Maka di sebuah malam yang dingin, di pelayaran perdananya, kapal ini menabrak sebuah gunung Es.

Kapal besar ini pun tenggelam membawa ribuan penumpangnya, beserta kesombongan yang dibawanya..
Begitulah ketika sang pencipta ingin menunjukkan kekuasaanNya atas manusia.
Untuk menyadarkan bahwa betapa kecil sebenarnya manusia.
Betapa lemah dan tak berdaya-nya seorang manusia.

Lantas jika begini, sampai kapan kita harus menunggu kehancuran karena kesombongan kita?
Akankah kita menunggu datangnya adzab untuk menyadarkan kita?
Paman saya pernah mengatakan, bahwa kehancuran manusia ada pada saat ia mulai sombong dengan apa yang dimilikinya.

Ketika manusia berada pada titik tersebut, maka Allah akan membalik keadaannya.

Sumber: Milis Airputih (airputih@yahoogroups.com)